Laman

Friday, 4 November 2016

Waspadai Komplikasi Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)


Penyakit yang timbul karena komplikasi tekanan darah tinggi (Hipertensi) adalah :
  1. Stroke. 
    Stroke adalah penyakit otak yang disebabkan berhentinya suplai darah ke otak. Penyakit stroke mengakibatkan berhentinya aktivitas hidup, baik pada sebagian anggota badan maupun (meninggal). Stroke terjadi karena dua hal yaitu :

    a.   Stroke Haemoragik (pembuluh darah pecah) menahan tekanan darah yang mengalir.  
    Stroke haemoragik adalah stroke yang ditandai dengan pecahnya pembuluh darah. Hal ini terjadi karena pembuluh darah tidak mampu menahan tekanan darah yang mengalir. Pecahnya pembuluh darah menyebabkan darah keluar dari pembuluh darah dan tidak dapat mengalir ke otak. Oleh karena itu otak tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen untuk menjalankan fungsinya salah satunya yaitu tidak mampu mengkoordinasikan atau memerintah organ tubuh lain yang mengakibatkan organ tubuh tidak dapat bergerak.
    b.       Stroke nonhaemoragik (sumbatan)
    Ada 3 faktor  yang dapat menghambat aliran darah ke otak. Ketiga hal tersebut adalah :
    1)     Thrombus
    Benda padat yang tersusun dari unsur-unsur darah di dalam pembuluh darah atau jantung pada saat orang masih hidup. Thrombus terbentuk dari trombosit, fibrin, eritrosit, dan leukosit. Bekuan darah dapat menyebabkan terganggunya  aliran darah. Bila bekuan darah tersebut terbawa sampai ke otak maka aliran darah akan terganggu.
    2)     Kolesterol
    Kolesterol adalah hasil sisa metabolisme tubuh sejenis lipid yang merupakan molekul lemak atau yang menyerupainya. Kolesterol terbagi menjadi dua macam yaitu LDL (Low Density Lipoprotein) dan HDL (High Density Lipoprotein). LDL sering disebut kolesterol jahat sedangkan HDL sering disebut kolesterol baik. Bila kolesterol bersarang di dalam pembuluh darah benda tersebut dapat menutup aliran darah sehingga darah sama sekali tidak bisa mengalir ke otak.
    3)     Spasme
    Spasme pembuluh darah adalah keadaan memendek, mengecil, menyempit, atau mengerut pada pembuluh darah mengakibatkan aliran darah terganggu
  2. Serangan Jantung
    Ketika seseorang menderita tekanan darah tinggi kronis (bertahun-tahun) ada dua organ yang paling rawan mengalami gangguan yaitu ginjal dan jantung. Ginjal merupakan penghasil hormon pengatur tekanan darah. Pada kondisi tekanan darah tinggi, ginjal harus bekerja ekstra keras dan dalam kondisi tidak nyaman. Sedangkan jantung dalam kondisi tekanan darah tinggi terus-menrus memompa darah lebih keras dibandingkan kondisi normal, bila pemompaan ini terus terjadi dalam kondisi berat atau tidak nyaman maka kondisi ini menyebabkan LVH (Left Ventrikel Hypertropi) atau pembekakan ventrikal kiri. Akibat yang ditimbulkan LVH tersebut adalah penderita tekanan darah atau hipertensi merasakan nyeri dada, sesak nafas, dan muddah lelah ketika beraktivitas.
  3. Edema Paru 
    Edema paru adalah pembekakan yang terjadi di dalam paru. Edema paru menunjukkan adanya akumulasi cairan di dalam paru. Paru dapat mengalami pembekakan akibat tekanan darah tinggi. Paru yang mengalami pembekakan menyebabkan pederita kekurangan oksigen karena ruang untuk oksigen telah tertutupi oleh cairan. Akibat yang lebih parah adalah penderita merasa seperti tercekik, tidak bisa bernafas dan timbul ketakutan yang luar biasa, hal ini akan memperberat beban jantung dan menurunkan fungsi jantung karena kekurangan oksigen. bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian.
  4. Gagal Ginjal
    Gagal ginjal adalah suatu keadaan dimana ginjal tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik. Ginjal tidak mampu mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Kondisi ini menyebabkan penumpukan urea dan sampah nitrogen di dalam darah. 
  5. Kebutaan
    Tidak sedikit penderita hipertensi berakhir dengan kebutaan permanen. Kebutaan ini muncul akibat hipertensi kronis. Tekanan darah pada bola mata dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah mata, hal ini menyebabkan mata tidak mendapatkan pasokan nutrisi. Pada kasus tertentu, tekanan darah pada bola mata ini diikuti dengan keluarnya bola mata sehingga penderita seperti melotot.
  6. Pendengaran menurun   
    Penurunan fungsi pendengaran dialami pada penderita hipertensi kronis, selain itu telinga sering berdenging sepanjang hari.

No comments:

Post a Comment