Laman

Saturday, 10 December 2016

Ketuban Pecah Dini, Etiologi, Manifestasi Klinis, Pemeriksaan Penunjang, Komplikasi dan Penatalaksanaan


Ketuban Pecah Dini


Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban sebelum ada tanda-tanda persalinan.

Etiologi
Etiologi ketuban pecah dini belum diketahui. Faktor predisposisi ketuban pecah dini adalah infeksi genitalia, serviks inkompeten, gemeli, hidramnion, kehamilan preterm, disproporsi sefalopelvik.

Manifestasi Klinis
  • Keluar air ketuban warna putih keruh, jernih, kuning, hijau, atau kecoklatan sedikit-sedikit atau sekaligus banyak.
  • Dapat disertai demam bila sudah ada infeksi
  • Janin mudah diraba
  • Pada periksa dalam selaput ketuban tidak ada, air ketuban sudah kering.
  • Inspekulo : tampak air ketuban mengalir atau selaput ketuban tidak ada dan air ketuban sudah kering.

Pemeriksaan Penunjang
  • ·         Pemeriksaan leukosit darah : > 15.000/ul bila terjadi infeksi
  • ·         Tes lakmus merah berubah menjadi biru
  • ·         Amniosentesis
  • ·         USG : menentukan usia kehamilan, indeks cairan amnion berkurang

Komplikasi
  • ·         Infeksi
  • ·         Partus preterm
  • ·         Prolaps tali pusat
  • ·         Distosia (partus kering)

Penatalaksanaan
Ketuban pecah dini pada kehamilan aterm atau preterm dengan atau tanpa komplikasi harus dirujuk ke rumah sakit. Bila janin hidup dan terdapat prolaps tali pusat, pasien dirujuk dengan posisi panggul lebih tinggi dari badannya, bila mungkin dengan posisi bersujud. Kalau perlu kepala janin didorong ke atas dengan 2 jari agar tali pusat tidak tertekan kepala janin. Tali pusat di vulva dibungkus kain hangat yang dilapisi plastik.
Bila ada demam atau dikhawatirkan terjadi infeksi saat rujuk atau ketuban pecah lebih dari 6 jam, berikan antibiotik seperti penisilin prokain 1,2 juta IU intramuskular dan ampisilin 1 g peroral. Bila pasien tidak tahan ampisilin, berikan eritromisin 1 g peroral. Bila keluarga pasien menolak untuk di rujuk, pasien disuruh istirahat dalam posisi berbaring miring, berikan antibiotik penisilin prokain 1,2 juta IU intramuskular tiap 12 jam dan ampisilin 1 g peroral diikuti 500 mg tiap 6 jam atau eritromisin dengan dosis yang sama.
Pada kehamilan kurang dari 32 minggu dilakukan tindakan konservatif, yaitu tirah baring, diberikan sedatif berupa fenobarbitol 3x30 mg. Berikan antibiotik selama 5 hari dan glukokortikosteroid, contoh dexametason 3x5 mg selama 2 hari. Berikan pula tokolisis. Bila terjadi infeksi, akhiri kehamilan.
Pada kehamilan 33-35 minggu, lakukan terapi konservatif selama 24 jam lalu induksi persalinan. Bila terjadi infeksi, akhiri kehamilan. Pada kehamilan lebih dari 36 minggu, bila ada his, pimpin meneran dan lakukan akselerasi bila ada inersia uteri. Bila tidak ada his, lakukan induksi persalinan bila ketuban pecah kurang dari 6 jam dan skor pelvik kurang dari 5 atau ketuban pecah lebih dari 6 jam dan skor pelvik lebih dari 5, seksio sesarea bila ketuban pecah kurang dari 5 jam dan skor pelvik kurang dari 5.


No comments:

Post a Comment