Laman

Friday, 2 December 2016

Presentasi Muka



Presentasi Muka


Presentasi muka adalah kepala dalam kedudukan defleksi maksimal sehingga oksiput tertekan pada punggung dan muka merupakan bagian terendah. Kalau dagu dibagian belakang dan tidak dapat berputar ke depan waktu putar paksi dalam disebut posisi mentroposterior persisten dan janin tidak dapat lahir spontan.

Etiologi
Keadaan yang memaksa terjadi defleksi kepala, seperti panggul sempit, tumor di leher bagian depan atau keadaan yang menghalangi terjadinya fleksi kepala, seperti janin besar, anensefalus, dan kematian janin intrauterin.

Faktor Predisposisi
Multipara, perut gantung

Diagnosis
Pemeriksaan luar : dada teraba seperti punggung, belakang kepala terletak berlawanan dengan letak dada, teraba bagian-bagian kecil janin dan denyut jantung janin terdengar lebih jelas pada dada.
Pemeriksaan dalam : teraba dagu, mulut, hidung, dan pinggir orbita bila muka sudah masuk ke dalam rongga panggul.

Penatalaksanaan
Tentukan ada/tidak disproporsi sefalopelvik. Bila tidak ada dan dagu berada di depan diharapkan terjadi persalinan spontan. Rujuk pasien ke rumah sakit bila ada disproporsi sefalopelvik atau dagu berada di belakang.
Bila dagu berada di belakang, berikan kesempatan kepada dagu untuk memutar ke depan. Pada posisi mentoposterior persisten, usahakan untuk memutar dagu ke depan dengan satu tangan yang dimasukkan ke dalam vagina.
Presentasi muka diubah menjadi presentasi belakang kepala bila dagu berada di belakang atau kepala belum turun ke dalam rongga panggul dan masih mudah didorong  ke atas dengan cara memasukkan tangan penolong ke dalam vagina kemudian menekan muka pada daerah mulut dan dagu ke atas.
Bila tidak berhasil, dapat dicoba perasat Thorn, yaitu satu tangan penolong dimasukkan ke dalam vagina untuk memegang bagian belakang kepala janin, kemudian menariknya ke bawah. Tangan yang lain berusaha meniadakan ekstensi tubuh janin dengan menekan dada dari luar.
Pada kala II yang berlangsung lebih dari 2 jam diindikasikan untuk ekstraksi cunam. Bila tidak berhasil atau didapatkan disproporsi sefalopelvik, dilakukan seksio sesarea.




Prognosis
Pada umunya persalinan berlangsung tanpa kesulitan. Kesulitan persalinan dapat terjadi karena adanya disproporsi sefalopelvik. Angka kematian perinatal pada presentasi muka ialah 2,5-5%.

No comments:

Post a Comment