Laman

Monday, 31 October 2016

25 Tanaman yang Berkhasiat Mengobati Hipertensi



25 Tanaman yang Berkhasiat Mengobati Hipertensi

Berikut ini merupakan tanaman yang berkhasiat untuk mengobati atau mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi) :
1.       Belimbing Manis (Averrhoa Carambola L)
Kandungan yang telah diketahui pada buah belimbing adalah protein, kalsium, fosfor, lemak, besi, vitamin A,B,C. Buah belimbing manis dapat dimakan secara langsung atau dibuat jus karena buah ini bersifat diuretik dan hipotensi (menurunkan tekanan darah)
2.       Seledri (Avium Graveolens L)
Penggunaan tanaman ini pada pengobatan tekanan darah yaitu kandungan magnesium dan pthalides berperan melenturkan pemburuh darah, apigenin berfungsi untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi, kalium dan asparagin bersifat diuretik (memperbanyak air seni sehingga volume darah berkurang)
3.       Mentimun (Cucumis Sativus L)
Kandungan buah mentimun adalah saponin, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang, vitamin A, B1, dan C. Sedangkan biji buah mentimun mengandung banyak vitamin E. Dalam pengobatan hipertensi mentimun bersifat mendinginkan darah da hipotensi.
4.       Bunga Rosela (Hisbiscus Sabdariffa Linn)
Kandungan bunga rosela adalah vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, niasin dan Vitamin D, kalsium, fosfor, potassium, dan zat besi. Khasiat bunga rosela adalah menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkna asam urat, menurunkan kolesterol, pelangsing, mencegah stroke dan menurunkan kadar gula darah.
5.       Mengkudu (Morinda Citrifolia L)
Kandungan senyawa dalam tanaman ini dalah protein, kapur, zat besi, askorbin, glikosida antrakinon, alkaloid triterpenoid, morindin, oligarin, d-methylether dan saranjidiol. Tanaman ini dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah.
6.       Alang-alang (Imperata Cylindrica Beauo)
Tanaman ini banyak ditemui di sawah, kebun dan semak belukar. Kandungan tanaman ini adalah arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kamperterol, stigmasterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat, potassium, dan sejumlah besar kalsium, 5-hidroksitriptamin serta pada akarnya ditemukan 5 macam turunan flavonoid. Terkait dengan pengobatan hipertensi (darah tinggi) akar alang-alang dipilih karena bersifat diuretik sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah.
7.       Alpokat (Persea Americana Mill)
Kandungan kimia pada daun alpokat adalah saponin, alkaloid, flavanoid, polifenol, quersetin, tanin, dan gula alkohol. Penggunaan alpokat untuk mengobatan hipertensi yaitu dengan memanfaatkan daun dan daging buahnya. Daun alpokat mempunyai sifat diuretik atau memperbanyak air seni. Air seni akan mengurangi volume darah sehingga tekanan darah menurun. Sedangkan daging buah alpokat merupakan menghancur kolesterol, yang merupakan salah satu faktor pencetus munculnya tekanan darah tinggi.
8.       Brotowali (Tinospora Crispa (L) Miers)
Bagian tanaman brotowali yang biasa dimanfaatkan untuk pengobatan adalah batangnya. Batang mengandung pati, glikosida, pikroretosid, alkaloida, berbenia, palmatina, kolumbin, kokulin, zat pahit pikroretin dan harsa. Untuk pengobatan hipertensi tanaman ini bersifat mendinginkan darah. Namun untuk penderita hipertensi dengan disertai sakit maag tidak disarankan. Tanaman ini sangat cocok untuk penderita hipertensi dengan penyerta diabetes.
9.       Ciplukan (Physalis Minima L)
Kandungan kimia yang terdapat pada tanaman ini adalah asam sitrun, cholorogenik acid, fisalin, saponin, flavanoid, dan polifenol. Dalam mengobati hipertensi tanaman ini bersifat diuretik dan mempunyai sifat mendinginkan badan.
10.   Daun Dewa (Ginura Segetum (Lour) Merr)
Kandungan yang terdapat pada tanaman ini adalah saponin, flavanoid, tanin, polifenol, asam kalfeat, asam vanilat, asam klorogenat, asam p-kumarat, asam p –hidroksi benzoat, alkaloid, triterpenoid, sterol dan minyak asiri. Tanaman ini bersifat menghancurkan bekuan darah, melancarkan peredarah darah dan bersifat diuretik, khasiat tersebut diperolah dari daun dan umbinya.
11.   Kumis Kucing (Orthosiphon Stamineus Benth)
Kandungan tanaman ini adalah orthosiphon glikosida, zat samak, saponin, minyak asiri, garam kalium, myoinositol dan sapofonin. Tanaman ini bersifat diuretik.
12.   Keji Beling (Strobilanthes Crispus BI)
Daun keji beling mengandung unsur-unsur mineral seperti kalium, asam silikat, natrium, kalsium dan beberapa unsur lainnya. Tanaman ini mempunyai sifat diuretik sangat kuat sehingga penggunaannya harus ekstra hati-hati. Pemakaian serbuk daun kering tidak boleh melebihi 2 gr karena dikhawatirkan terjadi iritasi pada saluran kencing.
13.   Kunyit (Curcuma Domestica Val)
Kandungan pada tanaman ini adalah kurkumin, desmetoksikurkumin, bidesmetoksikurkumin, pati, tanin, damar dan minyak asiri. Salah satu khasiat kunyit adalah menurunkan tekanan darah.
14.   Lidah Buaya (Aloe Vera)
Kandungan yang terdapat pada tanaman ini adalah gukomannan, asam amino esensial, dan nonesensial, enzim oksidase, katalase, lipase, protease, barbaloin, isobarbaloin, aloenin, dan zat aloin. Untuk pengobatan hipertensi penggunaan lidah buaya dipadukan dengan mengkudu.
15.   Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa (Scheff Boerrl)
Kandungan mahkota dewa adalah alkaloida, saponine, polifenol dan flavonoid (pada daun dan kulit buah). Untuk menurunkan hipertensi digunakan buah mahkota dewa namun penggunaannya perlu hati-hati dan harus menggunakan takaran yang tepat karena menimbulkan efek pusing dan mengantuk.
16.   Mahoni (Swietenia Mahagoni Jacq)
Kandungan dari buah mahoni adalah saponin dan flavonoida. Khasiat biji buah mahoni untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan gula darah, dan membersihkan darah.
17.   Meniran (Phylanthus Niruri L & Phylanthus urinaria L)
Kandungan kalium karbonat dan filantin berperan besar sebagai peluruh seni. Kandungan laian adalah hipofilantin, kalium, flavanoid, polifenol, tannin, damar, ellagic acid, ferulic acid dan sponin. Pada pengobatan hipertensi tanaman ini bersifat diuretik, sehingga dapat menurunkan volume darah.
18.   Mimbo (Azadirachta Indica Juss)
Kandungan pada tanaman ini adalah azadirachtin, minyak gliserida, asam asetiloksifuranil-dekahidrotetrametil, oksosiklopentanatol, furanaetat, keton dan nimbol. Tanaman ini bersifat diuretik dan mendinginkan darah.
19.   Murbei (Morus Alba L)
Kandungan kimia tanaman ini adalah alkaloid, flavanoida dan polifenol. Tanaman ini bersifat dingin dan diuretik.
20.   Pegagan (Centella Asitica (L) Urb)
Kandungan kimia pada tanaman ini yaitu asam asiatat, asiatikosida, beta karioena, beta kariofilena, beta elemena, beta farnesena, beta sitosterol, brahminosida, asam brahmat, brahmosida, asam sentelat, asam sentolat, asam elaiodat, iso tankunisida, asam isotankunat, oksiasiatikosida, tankunisida dan velarina. Tanaman ini bersifat membersihkan darah melalui mekanisme diuretik.
21.   Sambiloto (Andrographis Paniculata (Burm.f. ) Nees
Kandungan senyawa tanaman ini yaitu laktone, flavanoid, alkane, keton, aldehid, kalsium, kalium, natrium dan asam kersik. Tanaman ini bersifat membersihkan darah melalui mekanisme diuretik.
22.   Sambung Nyawa (Gynura Procumben Back)
Kandungan tanaman ini adalah alkaloida, saponin, flavanoida, dan tanin. Tanaman ini dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi karena bersifat dingin dan diuretik.
23.   Sidaguri (Sida Acuta Burm)
Kandungan kimia dari tanaman ini adalah alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, minyak terbang, dan zat philegmatic. Tanaman ini dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah namun harus dipadukan dengan tanaman obat lain.
24.   Tapak Liman (Elephantophus Scaber L)
Kandungan kimianya yaitu lupeol, epifrieelinol, stiqmasterol, lupeol acetate, dotriacontan-1-ol, deoxyele-phantopin dan isodeoxyelephantopin. Manfaat untuk pengobatan hipertensi tanaman ini bersifat diuretik dan penghilang bengkak.
25.   Tempuyung (Sanchus Arvensis L)
Kandungan tanaman ini adalah lactucerol, inositol, manitol, flavonoida, taraksasterol, silika dan kalium, tanaman ini bersifat diuretik.

No comments:

Post a Comment