25 Tanaman yang
Berkhasiat Mengobati Hipertensi
Berikut ini
merupakan tanaman yang berkhasiat untuk mengobati atau mengatasi hipertensi
(tekanan darah tinggi) :
1.
Belimbing
Manis (Averrhoa Carambola L)
Kandungan yang telah diketahui
pada buah belimbing adalah protein, kalsium, fosfor, lemak, besi, vitamin
A,B,C. Buah belimbing manis dapat dimakan secara langsung atau dibuat jus
karena buah ini bersifat diuretik dan hipotensi (menurunkan tekanan darah)
2.
Seledri (Avium
Graveolens L)
Penggunaan tanaman ini pada
pengobatan tekanan darah yaitu kandungan magnesium dan pthalides berperan
melenturkan pemburuh darah, apigenin berfungsi untuk mencegah penyempitan
pembuluh darah dan tekanan darah tinggi, kalium dan asparagin bersifat diuretik
(memperbanyak air seni sehingga volume darah berkurang)
3.
Mentimun
(Cucumis Sativus L)
Kandungan buah mentimun adalah
saponin, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang, vitamin A, B1, dan C.
Sedangkan biji buah mentimun mengandung banyak vitamin E. Dalam pengobatan
hipertensi mentimun bersifat mendinginkan darah da hipotensi.
4.
Bunga Rosela
(Hisbiscus Sabdariffa Linn)
Kandungan bunga rosela adalah
vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, niasin dan Vitamin D, kalsium, fosfor,
potassium, dan zat besi. Khasiat bunga rosela adalah menurunkan tekanan darah
tinggi, menurunkna asam urat, menurunkan kolesterol, pelangsing, mencegah
stroke dan menurunkan kadar gula darah.
5.
Mengkudu
(Morinda Citrifolia L)
Kandungan senyawa dalam tanaman
ini dalah protein, kapur, zat besi, askorbin, glikosida antrakinon, alkaloid
triterpenoid, morindin, oligarin, d-methylether dan saranjidiol. Tanaman ini
dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah.
6.
Alang-alang
(Imperata Cylindrica Beauo)
Tanaman ini banyak ditemui di
sawah, kebun dan semak belukar. Kandungan tanaman ini adalah arundoin,
fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kamperterol, stigmasterol,
skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam
isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat,
asam d-malat, asam sitrat, potassium, dan sejumlah besar kalsium,
5-hidroksitriptamin serta pada akarnya ditemukan 5 macam turunan flavonoid. Terkait
dengan pengobatan hipertensi (darah tinggi) akar alang-alang dipilih karena
bersifat diuretik sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah.
7.
Alpokat
(Persea Americana Mill)
Kandungan kimia pada daun alpokat
adalah saponin, alkaloid, flavanoid, polifenol, quersetin, tanin, dan gula
alkohol. Penggunaan alpokat untuk mengobatan hipertensi yaitu dengan
memanfaatkan daun dan daging buahnya. Daun alpokat mempunyai sifat diuretik
atau memperbanyak air seni. Air seni akan mengurangi volume darah sehingga
tekanan darah menurun. Sedangkan daging buah alpokat merupakan menghancur
kolesterol, yang merupakan salah satu faktor pencetus munculnya tekanan darah
tinggi.
8.
Brotowali (Tinospora
Crispa (L) Miers)
Bagian tanaman brotowali yang
biasa dimanfaatkan untuk pengobatan adalah batangnya. Batang mengandung pati,
glikosida, pikroretosid, alkaloida, berbenia, palmatina, kolumbin, kokulin, zat
pahit pikroretin dan harsa. Untuk pengobatan hipertensi tanaman ini bersifat
mendinginkan darah. Namun untuk penderita hipertensi dengan disertai sakit maag
tidak disarankan. Tanaman ini sangat cocok untuk penderita hipertensi dengan
penyerta diabetes.
9.
Ciplukan
(Physalis Minima L)
Kandungan kimia yang terdapat
pada tanaman ini adalah asam sitrun, cholorogenik acid, fisalin, saponin,
flavanoid, dan polifenol. Dalam mengobati hipertensi tanaman ini bersifat
diuretik dan mempunyai sifat mendinginkan badan.
10.
Daun Dewa
(Ginura Segetum (Lour) Merr)
Kandungan yang terdapat pada
tanaman ini adalah saponin, flavanoid, tanin, polifenol, asam kalfeat, asam
vanilat, asam klorogenat, asam p-kumarat, asam p –hidroksi benzoat, alkaloid,
triterpenoid, sterol dan minyak asiri. Tanaman ini bersifat menghancurkan
bekuan darah, melancarkan peredarah darah dan bersifat diuretik, khasiat
tersebut diperolah dari daun dan umbinya.
11.
Kumis Kucing
(Orthosiphon Stamineus Benth)
Kandungan tanaman ini adalah
orthosiphon glikosida, zat samak, saponin, minyak asiri, garam kalium,
myoinositol dan sapofonin. Tanaman ini bersifat diuretik.
12.
Keji Beling
(Strobilanthes Crispus BI)
Daun keji beling mengandung
unsur-unsur mineral seperti kalium, asam silikat, natrium, kalsium dan beberapa
unsur lainnya. Tanaman ini mempunyai sifat diuretik sangat kuat sehingga
penggunaannya harus ekstra hati-hati. Pemakaian serbuk daun kering tidak boleh
melebihi 2 gr karena dikhawatirkan terjadi iritasi pada saluran kencing.
13.
Kunyit
(Curcuma Domestica Val)
Kandungan pada tanaman ini adalah
kurkumin, desmetoksikurkumin, bidesmetoksikurkumin, pati, tanin, damar dan
minyak asiri. Salah satu khasiat kunyit adalah menurunkan tekanan darah.
14.
Lidah Buaya
(Aloe Vera)
Kandungan yang terdapat pada
tanaman ini adalah gukomannan, asam amino esensial, dan nonesensial, enzim
oksidase, katalase, lipase, protease, barbaloin, isobarbaloin, aloenin, dan zat
aloin. Untuk pengobatan hipertensi penggunaan lidah buaya dipadukan dengan
mengkudu.
15.
Mahkota Dewa
(Phaleria Macrocarpa (Scheff Boerrl)
Kandungan mahkota dewa adalah
alkaloida, saponine, polifenol dan flavonoid (pada daun dan kulit buah). Untuk menurunkan
hipertensi digunakan buah mahkota dewa namun penggunaannya perlu hati-hati dan
harus menggunakan takaran yang tepat karena menimbulkan efek pusing dan
mengantuk.
16.
Mahoni (Swietenia
Mahagoni Jacq)
Kandungan dari buah mahoni adalah
saponin dan flavonoida. Khasiat biji buah mahoni untuk menurunkan tekanan
darah, menurunkan gula darah, dan membersihkan darah.
17.
Meniran (Phylanthus
Niruri L & Phylanthus urinaria L)
Kandungan kalium karbonat dan
filantin berperan besar sebagai peluruh seni. Kandungan laian adalah
hipofilantin, kalium, flavanoid, polifenol, tannin, damar, ellagic acid,
ferulic acid dan sponin. Pada pengobatan hipertensi tanaman ini bersifat
diuretik, sehingga dapat menurunkan volume darah.
18.
Mimbo (Azadirachta
Indica Juss)
Kandungan pada tanaman ini adalah
azadirachtin, minyak gliserida, asam asetiloksifuranil-dekahidrotetrametil,
oksosiklopentanatol, furanaetat, keton dan nimbol. Tanaman ini bersifat
diuretik dan mendinginkan darah.
19.
Murbei
(Morus Alba L)
Kandungan kimia tanaman ini
adalah alkaloid, flavanoida dan polifenol. Tanaman ini bersifat dingin dan
diuretik.
20.
Pegagan
(Centella Asitica (L) Urb)
Kandungan kimia pada tanaman ini
yaitu asam asiatat, asiatikosida, beta karioena, beta kariofilena, beta
elemena, beta farnesena, beta sitosterol, brahminosida, asam brahmat,
brahmosida, asam sentelat, asam sentolat, asam elaiodat, iso tankunisida, asam
isotankunat, oksiasiatikosida, tankunisida dan velarina. Tanaman ini bersifat
membersihkan darah melalui mekanisme diuretik.
21.
Sambiloto (Andrographis
Paniculata (Burm.f. ) Nees
Kandungan senyawa tanaman ini
yaitu laktone, flavanoid, alkane, keton, aldehid, kalsium, kalium, natrium dan
asam kersik. Tanaman ini bersifat membersihkan darah melalui mekanisme diuretik.
22.
Sambung
Nyawa (Gynura Procumben Back)
Kandungan tanaman ini adalah
alkaloida, saponin, flavanoida, dan tanin. Tanaman ini dapat digunakan untuk
menurunkan tekanan darah tinggi karena bersifat dingin dan diuretik.
23.
Sidaguri
(Sida Acuta Burm)
Kandungan kimia dari tanaman ini
adalah alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, minyak
terbang, dan zat philegmatic. Tanaman ini dapat digunakan untuk menurunkan
tekanan darah namun harus dipadukan dengan tanaman obat lain.
24.
Tapak Liman
(Elephantophus Scaber L)
Kandungan kimianya yaitu lupeol,
epifrieelinol, stiqmasterol, lupeol acetate, dotriacontan-1-ol,
deoxyele-phantopin dan isodeoxyelephantopin. Manfaat untuk pengobatan
hipertensi tanaman ini bersifat diuretik dan penghilang bengkak.
25.
Tempuyung
(Sanchus Arvensis L)
Kandungan tanaman ini adalah
lactucerol, inositol, manitol, flavonoida, taraksasterol, silika dan kalium,
tanaman ini bersifat diuretik.