Laman

Thursday, 1 December 2016

Inersia uteri_Penyebab, Faktor Predisposisi dan Penatalaksanaan



Inersia Uteri

Inersia uteri adalah kelainan his yang kekuatannya tidak adekuat untuk melakukan pembukaan serviks atau mendorong janin keluar. Sifat his biasa, yaitu kontraksi fundus lebih kuat dan lebih dulu daripada bagian lain serta peranan fundus tetap menonjol, tetapi kekuatannya lemah dan frekuensinya jarang. Dibagi menjadi :
1.      Inersia uteri primer : terjadi pada awal fase laten. Dari permulaan his tidak adekuat.
2.    Inersia uteri sekunder : terjadi pada fase aktif atau kala I dan kala II. Pada permulaan his baik, tetapi pada keadaan lebih lanjut terjadi inersia uteri.

Etiologi/Penyebab
Multipara, kelainan latak janin, disproporsi sefalopelvik, kehamilan ganda, hidramnion, uterus bikornis unikolis.

Faktor Predisposisi
Anemia, hidramnion, grande multipara, primipara, pasien dengan emosi kurang baik

Penatalaksanaan
1.     Inersia Uteri primer
Perbaiki keadaan umum pasien. Rujuk ke rumah sakit bila persalinan kala 1 aktif lebih dari 12 jam pada multipara atau primipara atau jika pembukaan tidak maju dalam 3 jam. Pastikan tidak ada disporposi sefalopelvik yang berarti.
Berikan sedatif lalu nilai kembali pembukaan serviknya setelah 12 jam. Pecahkan ketuban dan beri infus oksitosin bila tidak ada kemajuan his. Oksitosin diberikan 5 satuan dalam larutan glukosa 5% secara infus intravena dengan kecepatan 12 tetes per menit. Tetesan dapat dinaikkan perlahan-lahan sampai kira-kira 50 tetes, tergantung hasilnya.
Bila tidak ada kemajuan setelah beberapa jam, hentikan pemberian oksitosin. Kemudian beri lagi untuk beberapa jam. Bila masih tidak ada kemajuan, lakukan seksio sesarea. 
Pada kala II terkadang diperlukan sedikit penambahan kekuatan his untuk menyelesaikan persalinan. Pada keadaan ini dapat diberikan 0,5 satuan oksitosin intra muskular.
2.      Inersia uteri sekunder
Pastikan tidak ada disporposi sefalopelvik. Rujuk ke rumah sakit bila persalinan kala I aktif lebih dari 12 jam pada multipara atau primipara atau jika pembukaan tidak maju dalam 3 jam.
Pecahkan ketuban dan beri infus oksitosin bila tidak ada kemajuan his. Oksitosin diberikan 5 satuan dalam larutan glukosa 5% secara infus intravena dengan kecepatan 12 tetes per menit. Tetesan dapat dinaikkan perlahan-lahan sampai kira-kira 50 tetes per menit.
Nilai kemajuan persalinan kembali 2 jam setelah his baik. Bila tidak ada kemajuan persalinan, lakukan seksio sesarea. Pada kala 1 atau pada kala II, persalinan dapat diakhiri dengan ekstraksi vakum atau cunam bila syarat-syarat dipenuhi.

No comments:

Post a Comment