Laman

Saturday, 10 December 2016

Kehamilan Ganda atau Kehamilan Kembar


Kehamilan Ganda

Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih.

Faktor Predisposisi
Kehamilan dizigotik : bangsa, heteditas, umur, paritas, obat klomid dan hormon gonadotropin yang merangsang ovulasi. Semakin tinggi umur makin tinggi frekuensinya. Frekuensi kehamilan kembar juga meningkat dengan paritas ibu.
Kehamilan monozigotik : faktor penghambat yang mempengaruhi segmentasi sebelum blastula terbentuk.

Diagnosa
Tanda tidak pasti : besarnya uterus melebihi besar yang sesuai dengan lamanya amenore, uterus tumbuh lebih cepat daripada biasanya pada pemeriksaan berulang, penambahan berat badan ibu secara mencolok yang tidak disebabkan oleh edema atau obesitas, banyak bagian kecil teraba, teraba 3 bagian besar janin, teraba 2 abdomen.
Tanda pasti : teraba 2 kepala, 2 bokong dan satu/dua punggung, terdengar 2 denyut jantung yang letaknya berjauhan dengan beda kecepatan paling sedikit 10 denyut permenit, USG, foto polos abdomen.

Diagnosa Banding
Hidramnion atau kehamilan dengan mioma uteri atau kistoma ovarii

Penatalaksanaan
Semua persiapan untuk resusitasidan perawatan bayi prematur disediakan. Golongan darah ibu sudah ditentukan dan persediaan darah diadakan mengingat kemungkinan perdarahan pascapersalinan lebih besar.
Rujuk pasien ke rumah sakit bila janin pertama letak lintang, terjadi prolaps funikuli, plasenta previa, dan interlocking. Perlakuan kala I seperti biasa bila letak anak pertama memanjang. Batasi pemakaian sedatif karena pada sebagian besar persalinan kembar, janin lahir prematur.
Episiotomi mediolateral dikerjakan untuk memperpendek kala pengeluaran dan mengurangi tekanan pada kepala bayi.
Setelah bayi pertama lahir, segera lakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam untuk mengetahui letak dan keadaan janin kedua. Bila janin dalam letak memanjang, pecahkan selaput ketuban dan air ketuban dialirkan perlahan-lahan untuk menghindari prolapsus funikuli. Penderita dianjurkan meneran atau dilakukan tekanan terkendali pada fundus uterus agar bagian bawah janin masuk panggul.
Bila janin kedua dalam letak lintang, denyut jantung janin tidak teratur, terjadi prolapsus funikuli atau solusio plasenta atau bila persalinan spontan tidak terjadi dalam 15 menit, lahirkan janin dengan tindakan obstetrik. Dicoba untuk melakukan versi luar. Bila tidak berhasil, segera lakukan versi ekstraksi tanpa narkosis. Bila letak janin memanjang, dapat dilakukan ekstraksi cunam. Pada letak sungsang, lakukan ekstraksi kaki.
Seksio sesarea pada kehamilan kembar dilakukan atas indikasi janin pertama letak lintang, prolapsus funikuli, plasenta previa, dll. Bila dua bagian besar kedua janin masuk pada panggul luas, kepala atau bokong janin yang belum masuk benar dalam rongga panggul dapat didorong ke atas untuk memungkinkan janin lain lahir lebih dahulu.
Bila terjadi interlocking (janin pertama letak sungsang dan janin kedua presentasi kepala, dengan dagu janin pertama tersangkut pada leher dan dagu janin kedua), setelah bokong lahir, lepaskan sangkutan dagu janin. Bila tidak berhasil, lakukan dekapitasi atau seksio sesarea menurut keadaan janin.
Segera setelah anak kedua lahir, suntikkan 10 unit oksitosin dan tinggi fundus uteri diawasi. Bila tampak tanda-tanda plasenta lepas, lahirkan plasenta dan suntikkan 0,2 mg metergin intravena. Kala IV diawasi dengan cermat dan cukup lama.

Komplikasi
Pada ibu adalah anemia, hipertensi, partus prematur, atonia uteri, perdarahan pascapersalinan. Sedangkan pada janin adalah hidramnion, malpresentasi, plasenta previa, solusio plasenta, ketuban pecah dini, prolaps tali pusat, pertumbuhan janin terhambat, kelainan bawaan, morbiditaas dan mortalitas perinatal meningkat.

No comments:

Post a Comment