Kehamilan
Ganda
Kehamilan
kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih.
Faktor
Predisposisi
Kehamilan
dizigotik : bangsa, heteditas, umur, paritas, obat klomid dan hormon gonadotropin
yang merangsang ovulasi. Semakin tinggi umur makin tinggi frekuensinya.
Frekuensi kehamilan kembar juga meningkat dengan paritas ibu.
Kehamilan
monozigotik : faktor penghambat yang mempengaruhi segmentasi sebelum blastula
terbentuk.
Diagnosa
Tanda
tidak pasti : besarnya uterus melebihi besar yang sesuai dengan lamanya
amenore, uterus tumbuh lebih cepat daripada biasanya pada pemeriksaan berulang,
penambahan berat badan ibu secara mencolok yang tidak disebabkan oleh edema atau
obesitas, banyak bagian kecil teraba, teraba 3 bagian besar janin, teraba 2
abdomen.
Tanda
pasti : teraba 2 kepala, 2 bokong dan satu/dua punggung, terdengar 2 denyut
jantung yang letaknya berjauhan dengan beda kecepatan paling sedikit 10 denyut permenit,
USG, foto polos abdomen.
Diagnosa
Banding
Hidramnion
atau kehamilan dengan mioma uteri atau kistoma ovarii
Penatalaksanaan
Semua
persiapan untuk resusitasidan perawatan bayi prematur disediakan. Golongan
darah ibu sudah ditentukan dan persediaan darah diadakan mengingat kemungkinan
perdarahan pascapersalinan lebih besar.
Rujuk
pasien ke rumah sakit bila janin pertama letak lintang, terjadi prolaps
funikuli, plasenta previa, dan interlocking. Perlakuan kala I seperti biasa
bila letak anak pertama memanjang. Batasi pemakaian sedatif karena pada
sebagian besar persalinan kembar, janin lahir prematur.
Episiotomi
mediolateral dikerjakan untuk memperpendek kala pengeluaran dan mengurangi
tekanan pada kepala bayi.
Setelah
bayi pertama lahir, segera lakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam untuk
mengetahui letak dan keadaan janin kedua. Bila janin dalam letak memanjang,
pecahkan selaput ketuban dan air ketuban dialirkan perlahan-lahan untuk
menghindari prolapsus funikuli. Penderita dianjurkan meneran atau dilakukan
tekanan terkendali pada fundus uterus agar bagian bawah janin masuk panggul.
Bila
janin kedua dalam letak lintang, denyut jantung janin tidak teratur, terjadi
prolapsus funikuli atau solusio plasenta atau bila persalinan spontan tidak
terjadi dalam 15 menit, lahirkan janin dengan tindakan obstetrik. Dicoba untuk
melakukan versi luar. Bila tidak berhasil, segera lakukan versi ekstraksi tanpa
narkosis. Bila letak janin memanjang, dapat dilakukan ekstraksi cunam. Pada
letak sungsang, lakukan ekstraksi kaki.
Seksio
sesarea pada kehamilan kembar dilakukan atas indikasi janin pertama letak
lintang, prolapsus funikuli, plasenta previa, dll. Bila dua bagian besar kedua janin
masuk pada panggul luas, kepala atau bokong janin yang belum masuk benar dalam
rongga panggul dapat didorong ke atas untuk memungkinkan janin lain lahir lebih
dahulu.
Bila
terjadi interlocking (janin pertama letak sungsang dan janin kedua presentasi
kepala, dengan dagu janin pertama tersangkut pada leher dan dagu janin kedua),
setelah bokong lahir, lepaskan sangkutan dagu janin. Bila tidak berhasil,
lakukan dekapitasi atau seksio sesarea menurut keadaan janin.
Segera
setelah anak kedua lahir, suntikkan 10 unit oksitosin dan tinggi fundus uteri
diawasi. Bila tampak tanda-tanda plasenta lepas, lahirkan plasenta dan
suntikkan 0,2 mg metergin intravena. Kala IV diawasi dengan cermat dan cukup
lama.
Komplikasi
Pada
ibu adalah anemia, hipertensi, partus prematur, atonia uteri, perdarahan
pascapersalinan. Sedangkan pada janin adalah hidramnion, malpresentasi,
plasenta previa, solusio plasenta, ketuban pecah dini, prolaps tali pusat,
pertumbuhan janin terhambat, kelainan bawaan, morbiditaas dan mortalitas
perinatal meningkat.
No comments:
Post a Comment