Laman

Thursday, 1 December 2016

Incoordinate Uterine Action-Etiologi, Komplikasi dan Penatalaksanaan



Incoordinate Uterine Action

Incoordinate Uterine Action adalah kelainan his pada persalinan berupa perubahan sifat his, yaitu meningkatnya tonus otot uterus, di dalam dan di luar his, serta tidak ada koordinasi antara kontraksi bagian atas, tengah, dan bawah sehingga his tidak efisien mengadakan pembukaan servik. Kelainan ini dapat menyebabkan serviks tidak membuka karena tidak mengadakan relaksasi dinamakan distosia servikalis primer.

Etiologi
Pemberian oksitosin yang berlebihan atau ketuban pecah lama yang disertai infeksi.

Komplikasi
Hipoksia janin karena gangguan sirkulasi uteroplasenter

Penatalaksanaan
Dilakukan pengobatan simtomatis karena belum ada obat untuk memperbaiki koordinasi fungsional antara bagian-bagian uterus. Kurangi tonus otot dan ketakutan penderita dengan pemberian analgesik (morfin, petidin, dll). Lakukan persalinan dengan cunam bila syarat-syarat dipenuhi. Bila terjadi lingkaran konstriksi pada kala I, lakukan seksio sesarea. Bila terjadi lingkaran konstriksi pada kala II dan tidak bisa dihilangkan dengan pemberian narkosis dalam, lakukan seksio sesarea.

No comments:

Post a Comment